Home / Buletin Militer / PEMBERANGKATAN UMROH ROMBONGAN DITZIAD 21 FEBRUARI S.D 1 MARET 2018

PEMBERANGKATAN UMROH ROMBONGAN DITZIAD 21 FEBRUARI S.D 1 MARET 2018

Sebelas jamaah umroh gratis dari Dirziad, Rabu tanggal 21 Februari 2018 s.d 1 Maret 2018 telah diberangkatkan ke tanah suci Mekah.  Sebelumnya Dirziad berpesan kepada jamaah agar menjaga kesehatan selam di perjalanan dan berharap para jamaah membulatkan tekad serta memantapkan niat di dalam menunaikan ibadah umroh ini, sehingga berdampak kepada perubahan pola pikir dan perilaku sepulang dari tanah suci.

Sebelas jamaah umroh Ditziad  terdiri dari, PNS, Tamtama dan Bintara.  Reward ini diberikan kepada anggota Ditziad untuk meningkatkan semangat kerja anggota dan berharap dengan diberangkatkannya kali ini akan memotivasi lagi terutama bagi mereka yang belum di berangkatkan.

Beberapa keutamaan ibadah Umrah, di antaranya:

  1. Pengampunan Dosa

Hal ini sesuai dengan hadis, “Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ibadah umrah sampai umrah berikutnya sebagai kafarat untuk dosa di antara keduanya dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR Bukhari dan Muslim).

  1. Tamu Allah SWT yang Setiap Doanya Akan Dikabulkan

Dalam hadis lain, dijelaskan bahwa, “Dari Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Para jamaah haji dan umrah merupakan delegasi Allah. Jika mereka berdo’a kepada-Nya, Allah akan mengabulkannya. Dan jika mereka meminta ampun, maka Allah akan mengampuni-nya.” (HR An-Nasaiy dan Ibnu Majah).

  1. Umroh Sama dengan Melakukan Jihad

Selain pengampunan dosa dan dikabulkannya doa-doa mereka, keutamaan umrah bagi perempuan layaknya melaksanakan jihad. Hadis yang mengungkap keutamaan ini menyebutkan, “Rasulullah SAW bersabda: “Jihadnya orang yang sudah tua, anak-anak, orang yang lemah dan wanita, adalah haji dan umrah.” (HR An-Nasaiy).

  1. Umroh adalah meniru teladan Pengorbanan dari Nabi Ibrahim a.s.

Makna ibadah umroh sejatinya bukan hanya perjalanan ziarah, tapi juga kesempatan berinteraksi dengan sesama muslim dari seluruh dunia. Dalam perjalanan ziarah ini, muslim tidak hanya berkomunikasi dengan Allah SWT, tapi juga berkomunikasi dan memupuk persaudaraan dengan muslim lainnya.

Menanggalkan status sosial, pangkat, dan jabatan dalam pelaksanaan ibadah umrah, mencerminkan kesetaraan antar sesama muslim. Tidak ada yang diistimewakan atau didahulukan antara satu dengan yang lainnya. Seluruh jemaah jadi satu demi peningkatan kualitas diri dan kemuliaan di mata Allah SWT. Semuanya satu keikhlasan dan satu pengorbanan.

DOKUMENTASI UMROH  DITZIAD 2018

About admin

Check Also

RAKERNIS DITZIAD TA 2019